Posts from the ‘Tentang Soekarno’ Category

Marhaen dan Proletar (Oleh: Ir. Soekarno)


Di dalam konferensi di kota Mataram baru-baru ini, Partindo telah mengambil putusan tentang Marhaen dan Marhaenisme, yang poin-poinnya antara lain sebagai berikut:

1. Marhaenisme, yaitu Sosio Nasionalisme dan Sosio Demokrasi.
2. Marhaen yaitu kaum Proletar Indonesia, kaum Tani Indonesia yang melarat dan kaum melarat Indonesia yang lain-lain.
3. Partindo memakai perkataan Marhaen, dan tidak proletar, oleh karena perkataan proletar sudah termaktub di dalam perkataan Marhaen, dan oleh karena perkataan proletar itu bisa juga diartikan bahwa kaum tani dan lain-lain kaum yang melarat tidak termaktub di dalamnya.
4. Karena Partindo berkeyakinan, bahwa di dalam perjuangan, kaum melarat Indonesia lain-lain itu yang harus menjadi elemen-elemennya (bagian-bagiannya), maka Partindo memakai perkataan Marhaen itu.
5. Di dalam perjuangan Marhaen itu maka Partindo berkeyakinan bahwa kaum Proletar mengambil bagian yang besar sekali.
6. Marhaenisme adalah azas yang menghendaki susunan masyarakat dan susunan negeri yang di dalam segala halnya menyelamatkan Marhaen.
7. Marhaenisme adalah pula cara perjuangan untuk mencapai susunan masyarakat dan susunan negeri yang demikian itu, yang oleh karenanya, harus suatu cara perjuangan yang revolusioner.
8. Jadi Marhaenisme adalah : cara perjuangan dan azas yang menghendaki hilangnya tiap-tiap kapitalisme dan imperialisme.
9. Marhaenis adalah tiap-tiap orang bangsa Indonesia, yang menjalankan Marhaenisme.
* * *
Read more…

Ibu Dewi Soekarno


Sejarah Ibu Dewi Soekarno sendiri sangat amat menarik, lahir di Tokyo, Jepang, 6 Februari 1940 dengan nama Naoko Nemoto, lahir dari keluarga miskin, beliau berjuang keras untuk mewujudkan impiannya menjadi penyanyi atau artis, terlahir dengan kecantikan yang alami, beliau bisa mendapatkan tempat di dunia entertainment. Ketika masih SMA, beliau sudah bekerja sendiri secara diam-diam, membanting tulang untuk memenuhi keinginannya. Uang yang didapat dari hasil kerjanya digunakan untuk membayar les menyanyi dan ballet.

Di tahun 1959, beliau berpartisipasi mengisi acara di hotel Imperial, Tokyo yang merupakan momen yang bakal merubah hidupnya. Ketika itu pemerintah Jepang sedang menyambut kehadiran Bapak Soekarno sebagai Presiden Pertama RI pasca kemerdekaan Indonesia. Singkat cerita, beliau menikah dengan Bapak Soekarno sebagai istri ketiga pada tanggal 3 maret 1962 dan Bapak Soekarno memberi nama baru kepada beliau yaitu Ratna Sari Dewi Soekarno, ketika itu beliau masih berusia 19 tahun. Sejak menikah dengan Bapak Soekarno, beliau menikmati ketenaran dan kehidupan yang sangat makmur dan posisi terhormat sebagai istri dari seorang Presiden Indonesia. Dari salah satu artikel berbahasa mandarin, akibat dari pernikahan ini, hubungan Jepang dan Indonesia semakin membaik dengan banyaknya proyek-proyek besar yang diperoleh pemerintah Jepang di Indonesia dan Ibu Dewi Soekarno juga berperan aktif dalam melindungi asset-asset Jepang di Indonesia serta aktif membantu para tentara Jepang yang masih tertinggal di Indonesia. Peningkatan hubungan ini juga membuat Jepang memberikan bea siswa kepada 500 orang Indonesia untuk belajar ke Jepang.
Read more…

Soekarno Sang Penggali Pancasila


Soekarno adalah proklamator kemerdekaan dan presiden pertama Republik Indonesia yang memerintah sejak 18 Agustus 1945 sampai 27 Maret 1968. Namun sebelumnya, pada 12 Maret 1967, kekuasaannya sebagai presiden telah dicabut oleh MPRS dan dilimpahkan kepada Soeharto yang secara resmi menggantikannya pada 27 Maret 1968.

Soekarno atau lebih dikenal sebagai Bung Karno, lahir 6 Juni 1901 di Surabaya. Ayahnya adalah seorang guru sekolah rendah, bernama Raden Sukemi Sosrodihardjo. Ibunya bernama Ida Nyoman Rai.

Sampai kelas 5, Soekarno bersekolah di sekolah desa Inlandse School di Tulungagung. Kemudian ia melanjutkan ke Europese Lagere School di Mojokerto. Pada umur 15 tahun ia masuk Hogere Burger School di Surabaya. Disini ia mondok di rumah Haji Oemar Said Tjokroaminoto, Ketua Sarikat Islam, salah satu tokoh utama pergerakan nasional.
Read more…

Pendidikan Soekarno


Soekarno pernah bersekolah di Inlandsche School dan ia juga pernah bersekolah di Bumi Putera hanya samapai kelas lima. Dan karena bahasa Belanda yang dikuasai oleh Soekarno tidak cukup baik ia terpaksa tidak melanjutkan pendidikan di kelas enam Europeeshe Lagere School. Tapi Soekarno juga pernah disekolahkan di Hogere Burger School ( HBS ) di Surabaya.
Read more…

Perjuangan Hidup Soekarno


Soekarno dilahirkan di tengah-tengah kemiskinan dan dibesarkan dalam kemiskinan. Ketika Soekarno berumur enam tahun ia pindah ke Mojokerto, Soekarno tinggal di daerah yang melarat dan mempunyai tetangga-tetangga yang tidak jauh berbeda. Lebaran adalah hari besar bagi umat Islam yang amat dinantikan tapi tidak bagi keluarga Soekarno, karena setiap hari raya Idul Fitri mereka tidak dapat mengeluarkan fitrah ataupun berpesata di hari yang dinantikan tersebut, dan di malam sebelum lebaran sudah menjadi tradisi bagi anak-anak untuk bermain petasan. Semua teman sebayanya melakukannya kecuali Soekarno. Kemiskinan membuat Soekarno dan keluarganya sering tidak makan karena tidak adanya uang untuk membeli makanan.
Read more…

Pengalaman Hidup Soekarno


1. Soekarno pertama kali berkunjung ke Amerika Serikat pada tahun 1956 dan di sana disambut ramah oleh semua warga Amerika Serikat

2. Soekarno yang pernah di kota Mojokerto dengan keadaan miskin dan terlantar
Read more…

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 45 other followers

%d bloggers like this: