Pulau Sumbawa di Propinsi Nusa Tenggara barat (NTB) dan kabupaten Sumba di Nusa Tenggara Timur (NTT) merupakan daerah yang sudah lama dikenal oleh bangsa Indonesia sebagai daerah penghasil lebah alam dan kuda baik itu kuda ternak maupun kuda balapan. Letak dan kondisi geografis kedua daerah ini sebagian besar merupakan daerah dataran tinggi dan berbukit-bukit tandus dengan curah hujan rendah hanya ditumbuhi rumput serta tanaman perdue yang dikenal sebagai sabana memungkinkan sekali dan sangat cocok untuk peternakan.

Pada sebagian besar masyarakat bima dan kepulauan sumbawa terutama yang tinggal didaerah dataran tinggi memiliki peternakan kuda. Ternak yang dilakukan oleh masyarakat tidak di kandangkan seperti yang lakukan oleh masyarakat Indonesia umumnya tetapi dilepaskan di alam. Pada saat dibutuhkan, misalnya disaat tiba musim tanam, maka akan kumpulkan lagi.

Kenapa ada anggapan kuda liar? Karena pola ternak yang dilakukan masyarakat yang cenderung dilepas di alam bebas dan mencari makan sendiri. Makanan yang di konsumsi oleh kuda tidak terbatas pada rumput saja melainkan binatang-binatang berbisa seperti ular maupun tumbuh-tumbuhan yang beracun. Menurut beberapa orang yang paham dunia pengobatan, yang membuat perbedaan susu kuda bima dengan susu kuda di daerah lain sehingga bisa menjadi obat dan miniman yang menyehatkan adalah makanan yang dikonsumsi oleh kuda bima.

Susu kuda sumbawa jauh sebelum orang-orang mengenalnya, masyarakat Pulau Sumbawa umumnya dan masyarakat Bima khususnya sudah mengenal dan menkonsumsi untuk keperluan kesehatan dan minuman ringan, tetapi belum memahami manfaat dan khasiat sebenarnya.

Pada perkembangan selanjutnya, seiring dengan pola kehidupan maupun pola makan masyarakat urban (kota) yang cenderung mengkonsumsi makanan siap saji maupun makan yang dihasilkan lewat olahan kimiawi membawa dampak yang kurang baik untuk kesehatan dalam jangka panjang dengan tumbuh kembangnya penyakit-penyakit baru maupun aneh seperti kanker, HIV/AIDS, dan penyakit-penyakit aneh lainnya yang sebelumnya tidak dikenal dan dialami oleh masyarakat pedesaan.

(Sumber: http://susukudaliarsumbawa.blogspot.com/2008/03/sejarah-singkat.html)