Pada tahun 1933 Mangkunegoro VII dan Sarsito Mangunkusumo mendirikan SRV (Soloscche Radio Vereenging) di Surakarta. SRV sebagai pelopor timbulnya siaran radio yang diusahakan oleh bangsa Indonesia Sendiri. Sedangkan siaran radio pertama diusahakan oleh Hindia Belanda berdiri tanggal 16 Juni 1925 bernama BRV (Batavia Radio Vereenging).

Pada masa pendudukan jepang, siaran radio sepenuhnya digunakan untuk kepentingan militer Jepang. diawal kemerdekaan, siaran radio sangat berguna untuk menyiarkan mengenai proklamasi ke seluruh penjuru negeri.

Tanggal 11 September 1945 diadakan rapat di Jakarta dan dihadiri oleh berbagai kalangan dan menghasilkan :
1. Menetapkan tanggal 11 September 1945 sebagai hari lahirnya RRI.
2. RRI berpusat di jakarta dan mempunyai kantor cabang pertama di Bandung, Surakarta, Purwokerto, Semarang, Yogyakarta, Malang dan Surabaya.
3. Semboyan RRI adalah “sekali di udara tetap di udara”
4. Terpilih sebagai Pemimpin Umum RRI pertama adalah Abdurrahman Saleh.

(Sumber: Perkembangan Radio di Indonesia http://id.shvoong.com/internet-and-technologies/1966449-perkembangan-radio-di-indonesia/#ixzz1IvaML3GM)