Archive for April 10th, 2011

Lagu Seorang Gerilya (W.S. Rendra)


Engkau melayang jauh, kekasihku.
Engkau mandi cahaya matahari.
Aku di sini memandangmu,
menyandang senapan, berbendera pusaka.

Di antara pohon-pohon pisang di kampung kita yang berdebu,
engkau berkudung selendang katun di kepalamu.
Engkau menjadi suatu keindahan,
sementara dari jauh
resimen tank penindas terdengar menderu.
Read more…

Gugur (W.S. Rendra)


Ia merangkak
di atas bumi yang dicintainya
Tiada kuasa lagi menegak
Telah ia lepaskan dengan gemilang
pelor terakhir dari bedilnya
Ke dada musuh yang merebut kotanya

Ia merangkak
di atas bumi yang dicintainya
Ia sudah tua
luka-luka di badannya
Read more…

Doa Seorang Serdadu Sebelum Perang (W.S. Rendra)


Tuhanku,
WajahMu membayang di kota terbakar
dan firmanMu terguris di atas ribuan
kuburan yang dangkal

Anak menangis kehilangan bapa
Tanah sepi kehilangan lelakinya
Bukannya benih yang disebar di bumi subur ini
tapi bangkai dan wajah mati yang sia-sia
Read more…

Aku Tulis Pamplet Ini (W.S. Rendra)


Aku tulis pamplet ini
karena lembaga pendapat umum
ditutupi jaring labah-labah
Orang-orang bicara dalam kasak-kusuk,
dan ungkapan diri ditekan
menjadi peng – iya – an

Apa yang terpegang hari ini
bisa luput besok pagi
Ketidakpastian merajalela.
Di luar kekuasaan kehidupan menjadi teka-teki
menjadi marabahaya
menjadi isi kebon binatang
Read more…

Sajak Sebatang Lisong (WS Rendra)


Menghisap sebatang lisong
melihat Indonesia Raya,
mendengar 130 juta rakyat,
dan di langit
dua tiga cukong mengangkang,
berak di atas kepala mereka

Matahari terbit.
Fajar tiba.
Dan aku melihat delapan juta kanak-kanak
tanpa pendidikan.
Read more…

Pendidikan Soekarno


Soekarno pernah bersekolah di Inlandsche School dan ia juga pernah bersekolah di Bumi Putera hanya samapai kelas lima. Dan karena bahasa Belanda yang dikuasai oleh Soekarno tidak cukup baik ia terpaksa tidak melanjutkan pendidikan di kelas enam Europeeshe Lagere School. Tapi Soekarno juga pernah disekolahkan di Hogere Burger School ( HBS ) di Surabaya.
Read more…

Perjuangan Hidup Soekarno


Soekarno dilahirkan di tengah-tengah kemiskinan dan dibesarkan dalam kemiskinan. Ketika Soekarno berumur enam tahun ia pindah ke Mojokerto, Soekarno tinggal di daerah yang melarat dan mempunyai tetangga-tetangga yang tidak jauh berbeda. Lebaran adalah hari besar bagi umat Islam yang amat dinantikan tapi tidak bagi keluarga Soekarno, karena setiap hari raya Idul Fitri mereka tidak dapat mengeluarkan fitrah ataupun berpesata di hari yang dinantikan tersebut, dan di malam sebelum lebaran sudah menjadi tradisi bagi anak-anak untuk bermain petasan. Semua teman sebayanya melakukannya kecuali Soekarno. Kemiskinan membuat Soekarno dan keluarganya sering tidak makan karena tidak adanya uang untuk membeli makanan.
Read more…

%d bloggers like this: